Postingan

Sedang merasa sesak dan merindukan orang-orang yang berempati

Semoga ini bukanlah perasaan yang persisten... Belakangan ini, saya sedang, bahkan terus mempertanyakan tentang bagaimana orang-orang berempati... Sedih sekali rasanya melakukan semua itu sendiri, disaat kita juga sedang tidak baik-baik saja. Kenaap beban pundak yang lain juga haris diberikan pada pundak yang sedang penuh beban? Apakah orang-orang seegois itu untuk melimpahkan masalah mereka pada oranglain? Bukankan masing2 dari kita memiliki pundak? Iya benar. Kesedihan harus dibagi. Tapi, bukankah tidak adil melimpahkan kesedihan yang kita buat-buat sendiri pada orang yang tengah melawan kesedihan

Menyematkan kata "Kasihan"

Saya teringat tentang beberapa momen saat bertemu dengan orang-orang secara acak, entah itu di jalan atau transportasi umum. Pernah saya bertemu dengan seorang wanita paruh baya dan berkata dalam hati "kasihan yaa sudah tua tp masih kerja, anaknya kemana?" terus besok2 ketemu sama yang lebih muda "kasihan yaa ini orangtuanya kemana, harusnya dia masih bisa main sama teman2nya di luar sana, bukannya kerja". Kemudian ada lagi, ini yang kadang banyak memicu masalah2 baru hahah semisal bilang kayak gini "ihh kasian ya sudah berapa tahun menikah tp belum juga punya anak", "ihh kasian yaa hidupnya gitu2 amat", "duh kalo saya jadi dia kayak mana ya kasihan sekali", "ya elah kasian yaa cowok itu sudah berumur tp belum punya kerjaan tetap, belum nikah pulak" hiyaaaa...ada lagii "kasihan yaa si anu di umurnya yg sudah tuwir belum jg lulus2"🤣 Did you know them? Did you know me guys? Saya jadi bertanya sama diri sendiri "k...
Semoga tulisan-tulisanku ini menjadi pengantar tidurmu. Walau tidak seperti ahlinya, tapi ku harap dapat menemani cemasmu. Ahh...apakah kamu sedang kesulitan untuk tidur ? Tidak mengapa, itu hal yang biasa. Aku tahu kamu sedang merindu, esok hari akan tetap menunggu. Mereka hanya berlalu dan dia cuma mampir permisi. Permisi, bolehkah aku menitip senyum ? Permisi, apakah kamu baik-baik saja ? Permisi, aku ingin menemanimu walau hanya sekedar duduk. Seandainya kamu tahu permisi itu tidak menetap. Kamu akan merasa baik-baik saja, kata selamat-tinggal tidak akan sesulit kemarin. Beberapa waktu lalu, aku melihatmu berusaha meluruhkan luka lewat gincu baru, menerima beberapa pelukan, menghabiskan waktu di warung kopi. Ahh...kamu hanya lupa. Luka itu setiap orang punya dan itu wajar. Kamu terus mencari-cari yang hilang dari setiap bagian-bagian untuk mengisi yang kosong. Kamu butuh pelukan sebagai bentuk penerimaan. Mengeluh bagimu adalah cara untuk mencari perhatian "Ibu say...

Let It Flow!

Tulisan pertama di 2019 sebenarnya gak nyambung2 amat dengan judulnya, sekarang saya juga sedang tiduran ehee so tileedd bikin logo instan edit2 2 jaman, hanya ingin me-recall memori hari ini. Pagi tadi bangun dengan mood yang autautan, aneh, abstrak, but i know the cause is flu and fact of menstruation. Niat pagi ini ingin merevisi proposal, tau2 ngumpulin niat lama ehh milih rendam cucian, terus ke kampus cuma kembalikan buku habis itu ke gramed niatan baca buku tau2 beli kuota promo. Yass perempuan kalo lagi haid memang seabstrak ituu 😆 Hari ini bener2 nda enak badan, demam, batuk, di tambah orang2 yg unexpected, tapi entah kenapa kayak pengen jalan terus, cari hal baru dari sudut pandang yang beda (semisal lg antri di kasir orang pacaran lewat sambil rangkulan dgn eratnya kyk takut diambil Valakor hihihi). Walau sampai rumah betis pegel but rendaman cucian tadi pagi menyambut dengan hangat *oughht🐒*. Back to topic let it flow, makin kesini saya makin sadar kalo hidup ini memang ...

A Letter To My Self

Gambar
Dear Nurul, Thank you for being strong. Thank you for 2018, which is like a roller coaster but you survive. Thank you for being my friend, when my soul is fragile Thank you for always listening to my story and successfully reducing the ego. Thank you for making peace with the disease God has entrusted. Thank you for always learning to be the best person and person in full. God, how much do I have to thank? and keep falling in love because you have grown strong? You managed to grow with hyperhidrosis even though my ego sometimes dropped you. You keep growing. You are happier. Even if you are sad, you accept it as a gift because God loves you. Dear Nurul, thank you for our friendship. Thank you for realizing small but very meaningful happiness. Happiness is in you, don't keep looking out.

Kesepian

Di balik kesepiannya,  kamu menutup mata Senyap-senyap mendengarkan, lalu diam Pandanganmu buram dipenuhi kabut Telingamu entah tuli, pura-pura tak mendengarkan Deretan lagu telah terlewatkan Dia masih tetap sama,  membisu Seakan lupa diri,  hilang Ditelan malam yang sepi Duduklah diam sang putri Bagaikan domba di dalam rumah jagal Kabar kesedihannya ibarat angin yang berhembus Kamu tetap diam, pergi, samar-samar terlihat bahagia (Catatan : Teruntukmu Sang Putri yang Kesepian)

Beautiful Gratitude

Gambar
Alhamdulillah, adalah kata pertama yang terlintas di kepala saya ketika akan mulai menulis di blog ini. Kenapa ? karena kata tersebut sebagai bentuk dari rasa syukur atas nafas yang masih diberikan Tuhan sampai saat ini, yang entah nafas itu saya gunakan untuk apa. Bahkan untuk bertanya tentang eksistensi seorang Nurul di muka bumi ini itu apa ? I don't know masih sangat membingungkan and really itu ironis sih. Walaupun sudah jelas dalam agama saya,  Allah mengatakan dalam Al-Qur'an  " Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (QS. Adzdzariyat : 56)".  Bersyukurnya lagi, Allah tidak henti-hentinya memberikan saya kesempatan untuk tetap hidup walaupun saya sering lalai dalam menunaikan sholat dan terlebih lupa mengucapkan syukur. Syukur dalam artian berterima kasih atas segala nikmat yang telah diberikan, seperti disaat dengan mudahnya mengucapkan terima kasih, thank you, kamsahamnida !!! karena kita memperoleh sebu...