Kesepian

Di balik kesepiannya,  kamu menutup mata
Senyap-senyap mendengarkan, lalu diam
Pandanganmu buram dipenuhi kabut
Telingamu entah tuli, pura-pura tak mendengarkan

Deretan lagu telah terlewatkan
Dia masih tetap sama,  membisu
Seakan lupa diri,  hilang
Ditelan malam yang sepi

Duduklah diam sang putri
Bagaikan domba di dalam rumah jagal
Kabar kesedihannya ibarat angin yang berhembus
Kamu tetap diam, pergi, samar-samar terlihat bahagia

(Catatan : Teruntukmu Sang Putri yang Kesepian)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Let It Flow!

Sedang merasa sesak dan merindukan orang-orang yang berempati